Kacamata 02

Perjuangan merevisi Undang-undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan yang mencantumkan batas usia minimal perkawinan perempuan 16 tahun, gagal di Mahkamah Agung (MK).

Nampaknya sekarang ini saatnya mengubah strategi advokasi, misalnya dengan mengubah arah sasaran advokasi sebelum tepat ruang dan waktu untuk sasaran merevisi UU Perkawinan. Misalnya mendorong Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (MENDIKBUD) untuk menetapkan Wajib Belajar tidak hanya sampai SMP, namun SMA. Dengan Wajib Belajar ini, bila dilaksanakan secara konsekwen akan berpengaruh pada perkawinan usia remaja.

Upaya lain juga bisa dilakukan, yakni mendorong Menteri Agama untuk membuat surat edaran kepada seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Indonesia untuk tidak menikahkan diusia dini.