Menguak Data Jumlah Kekerasan Perempuan Tahun ke Tahun

Perempuan dan kekerasan kini seolah makin nyata sebagai satu kesatuan. Tengok saja kasus kekerasan yang menimpa Agni (bukan nama sebenarnya) dan Baiq Nuril. Ini hanya segelintir yang mencuat ke ranah hukum, tetapi sebenarnya ada banyak yang tak tersorot. 

MK Beri Batas Waktu 3 Tahun untuk DPR Ubah UU Perkawinan Anak

Mahkamah Konstitusi ( MK) memberi tenggat waktu tiga tahun kepada DPR RI untuk mengubah ketentuan batas usia menikah yang diatur dalam Pasal 7 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. “Meminta pembuat UU paling lama 3 tahun untuk melakukan perubahan tentang perkawinan, khususnya berkenaan dengan batas usia minimal perempuan dalam perkawinan,” kata Ketua MK Anwar Usman saat membacakan amar keputusan di ruang sidang MK, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Akibat yang Terjadi dari Pernikahan Dini

Pernikahan di bawah umur masih saja terjadi. Ada sejumlah alasan yang melatari. Paling banyak karena alasan ekonomi dan keluar dari kemiskinan. Terakhir, terjadi pernikahan dini antara anak lelaki lulusan Sekolah Dasar (SD) berinisial RK yang masih berusia 13 tahun dengan seorang siswi SMK berinisial MA yang berusia 4 tahun di atasnya.

Kerugian BPJS Kesehatan Memang Urusan Presiden, Bukan Cuma Dirut

Dalam UU BPJS disebutkan, BPJS Kesehatan bertanggung jawab kepada presiden. Semua masalah harus Jokowi ketahui, termasuk utang.

Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo meradang kepada manajemen BPJS Kesehatan. Ketika berpidato di Kongres XIV Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia di JCC Jakarta, Rabu (17/10/2018) kemarin, Joko Widodo mengatakan semestinya Badan Hukum Publik itu bisa menyelesaikan sendiri masalah keuangan.

Sri Sundari, Lurah Pertama yang Keluarkan Edaran Pencegahan Kawin Anak

Miris dengan kian maraknya perkawinan anak, seorang Lurah di Jakarta Timur mengeluarkan surat edaran pencegahan perkawinan anak. Banyak pihak menyambut baik keberaniannya mengeluarkan kebijakan tertulis itu.

WASHINGTON DC (VOA)—Tahukah Anda jika hampir separuh dari jumlah perkawinan anak di Indonesia, negara ketujuh dengan tingkat perkawinan anak tertinggi di dunia, justru terjadi di ibukota Jakarta?

Dinas P3AKB Bojonegoro Berharap Angka Perkawinan Anak Turun

Angka menikah usia di bawah 20 tahun 2018 ini mencapai 13,5 persen angka tersebut meningkat jika dibandingkan pada tahun 2017 lalu, yakni berada diangka 11,8 persen dari jumlah seluruh perkawinan.

Melihat adanya kasus demikian perlu adanya sinergitas dari berbagai stakeholder untuk itu Dinas P3AKB bekerjasama dengan Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) Kabupaten Bojonegoro, untuk mengurangi pernikahan anak dalam rangka kesehatan reproduksi perempuan.