Semua Artikel oleh

ykp

Menampilkan 11 Hasil
Artikel

Bagaimana Seharusnya Pelayanan Kesehatan Reproduksi Perempuan Pada Masa Pandemi Ini

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus yang dapat menyerang sistem pernapasan pada manusia. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini disebut COVID-19. Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru yang menular ke manusia, Virus Corona dapat mengakibatkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang …

Artikel

Persiapan yang Harus Dilakukan Saat Hamil dan Melahirkan Di Masa Pandemi

Kehamilan dan melahirkan adalah momen yang membahagiakan bagi setiap calon ibu di dunia. Namun, tak dipungkiri menjalani kehamilan dan persiapan melahirkan saat pandemi virus corona (Covid-19) memang dapat menambah kecemasan sang ibu. Sebab, persiapan yang dilakukan menjadi lebih matang dan ada lebih banyak prosedur yang harus dijalankan. Amankah periksa hamil saat pandemi virus corona? Mendekati waktu melahirkan, …

Artikel

Kasus KDRT di Dunia Meningkat akibat Dampak Pandemi Covid-19

Pandemi corona tidak hanya mengancam kesehatan dan nyawa manusia, tetapi juga turut memberi tekanan sosial dan ekonomi. Kebijakan pembatasan sosial (social distancing) di berbagai belahan dunia memaksa banyak orang untuk bekerja dari rumah atau bahkan kehilangan pekerjaannya. Hal tersebut memungkinkan terjadi tindak kekerasan lantaran tekanan atas kebutuhan ekonomi disatukan dengan tingkat stres tinggi karena terjebak …

Blog

Pertemuan YKP dengan PEMDA Kab. Bojonegoro, Kab. Ponorogo dan Kab. Blitar untuk Memperkuat Dukungan Pada Isu KTPAP dan PA

Pada negara berkembang diperkirakan 1 dari 3 anak perempuan menikah sebelum usia 18 tahun, dan 1 dari 9 anak perempuan menikah sebelum berusia 15 tahun (UNFPA 2012). Di Indonesia sendiri, perkawinan anak merupakan salah satu dari bentuk kekerasan terhadap perempuan, dimana saat ini masih belum memiliki payung hukum yang jelas di Indonesia. Di sisi lain, …

Artikel

Darurat Kekerasan Seksual dan Pembahasan RUU PKS yang Lambat

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat setiap dua jam, ada 3 perempuan Indonesia yang mengalami kekerasan. “Tahun 2012, kita sudah sampaikan ke publik dalam 10 tahun, 2001 hingga 2011 ternyata di Indonesia itu setiap hari 35 perempuan menjadi korban kekerasan seksual,” kata Komisioner Komnas Perempuan, Azriana, di Kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Jumat, …

Blog

Tingkat Pemahaman Reproduksi Rendah, YKP: Tiap Jam Ada 6 Ibu Meninggal

Tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi masyarakat Indonesia dinilai masih rendah. Penilaian tersebut diungkapkan Direktur Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP),  Nanda Dwintasari, Senin (11/2/2019). “Tingkat kesadaran terhadap kesehatan reproduksi memang masih rendah. Sehingga, per jam ada enam  orang yang meninggal dunia,” kata dia saat membuka Workshop Jurnalis, Kesehatan Perempuan dalam Media di Yello Hotel, …

Blog

Meningkatkan Kesadaran dan Kepedulian Media Pada Isu Pemenuhan Hak Kesehatan Perempuan Termasuk Aborsi Aman

Pemberitaan aborsi aman di media belum terlalu banyak, isu aborsi muncul jika ada ‘kasus’ yang muncul. Belum lagi judul atau gambar yang digunakkan lebih bertujuan untuk ‘menjual’ berita yang sama sekali tidak memiliki perspektif kemanusiaan dan perempuan. Dengan kata lain lebih cenderung menyalahkan korban/perempuan (blamming victim). Dasar prinsip kemanusiaan ini lah yang coba didorong Yayasan Kesehatan Perempuan …

Artikel

Menguak Data Jumlah Kekerasan Perempuan Tahun ke Tahun

Perempuan dan kekerasan kini seolah makin nyata sebagai satu kesatuan. Tengok saja kasus kekerasan yang menimpa Agni (bukan nama sebenarnya) dan Baiq Nuril. Ini hanya segelintir yang mencuat ke ranah hukum, tetapi sebenarnya ada banyak yang tak tersorot. Isu ini pun seakan jadi bara semangat untuk melawan kekerasan terhadap perempuan. Pada 25 November – 10 Desember …

Blog

MK Beri Batas Waktu 3 Tahun Untuk DPR Ubah UU Perkawinan Anak

Mahkamah Konstitusi ( MK) memberi tenggat waktu tiga tahun kepada DPR RI untuk mengubah ketentuan batas usia menikah yang diatur dalam Pasal 7 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. “Meminta pembuat UU paling lama 3 tahun untuk melakukan perubahan tentang perkawinan, khususnya berkenaan dengan batas usia minimal perempuan dalam perkawinan,” kata …